Flushing Job

COMPANY PROFILE

PT OODS ERA MANDIRI

Electrical – Instrument – Contractor – General Trading – Consultant

JL. ABULYATAMA RUKO MANALAGI BLOK C NO. 10

(0778) 475467/ 0822 8830 3338

WWW.OODSGROUP.COM

SPECIALIST SYSTEM PURIFYING OIL TRAFO, PEMURNIAAN/

PENYULINGAN OIL TRAFO, TREATMENT OIL TRAFO (FLUSHING), VAKUM OIL TRAFO

PT. OODS ERA MANDIRI

Bahwa saat ini, PT OODS ERA MANDIRI bekerja sama di dalam Treatment oil trafo pada akhir tahun 2006 dengan KOPKAR PLN Batam di dalam rangka pemeliharaan Gardu trafo PLN Distribusi maupun swasta lainnya dengan peralatan treatment oil trafo/purifier. Dengan kata lain pemurniaan oil trafo dengan flushing system/sistem pembilasan secara sirkulasi pada peralatan kami tersebut, kami mencoba menanggulangi masalah pemelihaaraan trafo.

Visi kami, PT OODS ERA MANDIRI Mitra KOPKAR PLN Batam sebagai pelaksana dilapangan ingin berpartisipasi didalam PT PLN Batam maupun Swasta Lainnya supaya menjadi perusahaan yang berkompeten dan terpercaya khususnya dalam bidang jasa pemeliharaan treatment oil trafo (Flushing) dan lain-lainnya. Misi kami, PT OODS ERA MANDIRI melaksanakan tugas-tugas ke ikutsertaan dalam bidang maintenance/pemeliharaan oil trafo secara baik dan benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dan kaidah-kaidah profesionalisme dan mengingat misi kami bukan mencari keuntungan semata.

OIL TRAFO

Fungsi utama oil trafo adalah sebagai media isolasi dan pendingin. Oil trafo yang sudah dipakai maupun yang baru, juga harus di pelihara dengan cara di treatment terlebih dahulu dengan purifier system yang kami miliki ini untuk mengolah oil trafo supaya bisa mengacu kepada SPLN, dengan standar SPLN 49-1 : 1992. Methode IEC 156 & IEC 296 (30 KV/2,5 mm) treatment alat yang kita miliki ini sifatnya bukan untuk mendaur ulang yang sudah keruh sekali/kotor karena sudah bertahun-tahun, justru alat ini untuk membuang kotoran-kotoran, kadar air, udara, partikel-partikel karbon supaya layak lagi tegangan tembusnya (Breakdown Voltage).

TRANSFORMATOR OIL PURIFIER/TREATMENT OIL TRAFO (FLUSHING)

Sangat bijaksana jika kita mampu menekan biaya perawatan oil trafo seefisien mungkin dengan jalan mempurifier/treatment oil trafo (Flushing), dengan harga yang relatif murah dibandingkan harga oli baru pada saat ini.  Dalam mobile service PT OODS ERA MANDIRI ini dapat bekerja dua purifier system/treatment oli trafo (Flushing):

  • OFF LINE ( TIDAK BERTEGANGAN )
  • ON LINE ( BERTEGANGAN )

TRAFO TERDIRI DARI:

  • BODY
  • KOMPONEN
  • ELEMEN
  • ISOLATOR PADAT
  • OIL TRAFO
  • PACKING TM
  • TR
  • DAN LAIN-LAIN 

Oil trafo mengalami proses pemanasan yang terus-menerus akibatnya akan terjadi karbonisasi, adanya uap air yang terkandung akibat kebocoran isolasi. Karbon adalah bahan semi konduktor, jika kadar karbon melebihi batas tertentu atau tegangan tembus dari oil trafo sudah pada batas maximal, maka trafo yang seharusnya berfungsi sebagai isolasi dan pendingin akan berubah menjadi penghantar (akibat karbon yang terkandung dalam oil trafo), sehingga trafo akan megalami kerusakan, bahkan bisa meledak.

LANGKAH-LANGKAH DARI PEMERIKSAAN TRAFO/TRANSFORMATOR PEMERIKSAAN OIL TRAFO

Trafo sebenarnya ibarat manusia yaitu “hidup,” kita bisa ambil contoh dari tubuh manusia, apabila seseorang itu sakit atau terindikasi aneh maka perlu kita bawa kedokter. Dokter akan selalu melakukan tindakan:

  1. Mengambil sampel darah si pasien dan di test
  2. Membuat analisa masalah dan di rekomendasikan untuk cuci darah
  3. Dengan kata lain treatment andai sakitnya serius lakukan bedah cuci darah

PEMERIKSAAN OIL TRANSFORMATOR

Sama dengan tubuh manusia, trafo/ transformator kalau tidak normal maka lakukan tindakan perkerjaan dilapangan seperti:

  1. Ambil sampel oil trafo dan di test
  2. Lakukan Analisa dan temukan masalah, berikan tindak treatment
  3. Flushing/treatment andai hasil test-nya kurang baik tegangan tembusnya atau bukan karena oli sudah telalu jenuh, lakukan tindakan overhaul atau ganti/magger test isolasi koil, belitan yang ada didalamnya.

Transformator anda gangguan disebabkan oleh:

  • Hot spot yang mengakibatrkan arcing 
  • Arcing
  • Pemanasan yang menyeluruh 
  • Isolasi yang basah (karena moisture)   
  • Isolasi yang sudah rusak

Transformator anda mengalami penuaan yang lebih cepat dari biasanya karena:

  • Angka keasaman yang tinggi 
  • Kotoran dan endapan lain karena oksidasi
  • Kandungan Moiture yang tinggi
  • Kerusakan karena oksidasi inhibitor
  • Kerusakan Isolator

Kita bisa memperlambat penuaan dan mengetahui lebih dini akan terjadinya kerusakan, asal kita mau melakukan sebagai berikut : 

  • Menemukan faktor penyebab penuaan
  • Menyelesaikan dan memperbaiki penuaan dan lakukan rutinitas perawatan oil trafo
  • Menganalisa gas yang terkandung dalam trafo dapat diketahui kondisi transfomator secara fisik apakah pernah ada terjadi gangguan atau apakah sedang mengalami trip berkali-kali gangguan

Menganalisa semacam kandungan minyak dapat dianalisa kondisi trafo:

  • Masalah kertas isolasi mengalami penurunan kemampuan 
  • Masalah oil isolasi sudah turun kualitasnya

ANALISA KONDISI TRAFO/DIELECTRIC STRENGH (DE)

Yang dimaksud dengan DE adalah daya oil terhadap loncatan listrik yang terjadi dalam oil, Pengukuran ini dipergunakan untuk mengetahui ketahan oil (tegangan tembus) dari loncatan listrik pada saat tidak terjadi gangguan pada trafo.

Penurunan DE diakibatkan oleh naiknya moisture, sendiment dan material penghantar lain atau partikel – partikel yang tidak nampak denga kasat mata, maka angka yang rendah menunjukan telah terjadi kontaminasi dari material misalnya: air, kotoran, atau bahan yang sifat penghantar lain ke dalam oil trafo. Penurunan DE ini sebanding dengan kenaikan moisture dalam oil, pengukuran ini memakai standard IEC 156. Tengang tembus ini diukur kV/2,5 mm, yang dipekenankan> 30 kV/2,5 mm

MANFAAT DAN KEGUNAAN DITREATMENT/DIPURIFIER OIL TRAFO (FLUSHING)

  1. Menghilangkan kadar karbon atau partikel-partikel pada oil trafo akibat panas terus-menerus.
  2. Menghilangkan kadar air (moisture) oil trafo.
  3. Menghindari atau terjadinya hubungan pendek/singkat akibat oil trafo ada carbon yang berlebihan.
  4. Menekan biaya pemeliharaan/perawatan trafo (oil trafo tidak perlu diganti).

KERUGIAN BILA TIDAK DILAKUKAN PERAWATAN OIL TRAFO

  1. Trafo bekerja terus-menerus akan mengakibatkan panas yang berlebihan bias menimbulkan bahaya.
  2. Trafo losses tegangan atau bisa dikatakan pembuangan daya atau menurun tegangan tidak mencukupi beban yang ada.
  3. Trafo akan meledak apabila kelebihan panas.
  4. Karena campuran udara dengan air terlalu banyak partikel-partikel karbon sudah banyak juga bukan sebagai bahan isolator lagi malahan sebagai penghantar.
  5. Harga bisa menunjukan biaya dari KWH meterannya. Makanya dari dini anda melakukan perawatan atau pemeliharaan ketimbang harga baru lebih mahal ketimbang ditreatment/flushing oil trafo dan oil baru ini juga belum tentu tegangan tembusnya apa udah diatas ≥ 30 KV/2,5 mm.

LAMA PROSES TREATMENT/PURIFIER  (FLUSHING) 

Lama proses treatment/purifier (Flushing) ini biasanya untuk trafo 400 ~ 630 KVA  1 jam sampai 1 1/5 jam dan untuk trafo 1000 ~ 1600 dan 2500 KVA 2,5 jam sampai 3 jam. 

HARGA

Kami selaku PT OODS ERA MANDIRI mitra KOPKAR PLN tentu mengacu pada harga yang berlaku atau sebelumnya atau dibawahnya dari harga sebelumnya dan bisa di negosiasi, mengingat visi dan misi kami dari Mitra PLN Batam bukan mencari untung sebesar -besarnya.

GARANSI

PT OODS ERA MANDIRI bekerja sebagai partner KOPKAR PLN Batam memberi masa garansi ± 3~6 bulan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang diberikan pada kami untuk menaikan tegangan tembusnya apabila dibawah 120 KV/2,5 mm sebaiknya diatas standar yang diiginkan kami akan kerjakan kembali tanpa biaya.

DATA-DATA DAN KEUNGGULAN PERALATAN

  1. Mobil truk Mitsubishi 6 roda sehinnga mudah untuk bekerja.
  2. Dalam mobil terpasang unit Genset 40 KVA sehinngga tidak tergantung pada Listrik Konsumen swasta atau PLN.
  3. Unit Purifier (Flushing) oil trafo terpasang dalam truk menjadi satu kesatuan dengan unit Genset.
  4. Hitter yang terdapat pada alat ini tidak memanaskan oil trafo secara langsung untuk menghindari terjadi karbon kembali, panas yang dingini bisa diatur 10 ~ 200 0C. 
  5. Alat Uji tegangan tembus oil trafo (oil tester) dalam kotak/peti terpisah.
  • Digital oil Dielectric test, digunakan untuk mengukur tegangan break down oil pendingin pada kabel, transformers, circuit breaker dan peralatan listrik lainnya.
  • Pengoperasian secara otomatis dan manual dapat dilakukan dengan penambahan controller yang memiliki builtiprinter untuk mencatat parameter yang diperlukan.

Dengan unit pemurnian oil trafo yang  bersifat portable ini, kita dapat melakukan pemurniaan dimana lokasi trafo yang perlu di pelihara, bukan trafonya yang diangkat, unit ini dapat bekerja dalam kondisi bertegangan (On Line) atau trafo tidak bertegangan (Off Line).

OIL PADA TRANSFORMATOR

Analisis Kegagalan Oil Transformator:

Isolasi berfungsi untuk memisahkan bagian-bagian yang mempunyai beda tegangan agar supaya diantara bagian-bagian tersebut tidak terjadi lompatan listrik (flash-over) atau percikan (spark-over). Kegagalan isolasi pada peralatan tegangan tinggi yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinyuitas sistem menjadi terganggu. Dari beberapa kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kegagalan isolasi ini berkaitan dengan adanya partikal discharge. Partial discharge ini dapat terjadi pada material isolasi padat, material isolasi cair dan juga material isolasi gas. Mekanisme kegagalan pada material isolasi padat meliputi kegagalan asasi (intrinsik), elektro mekanik, streamer, termal dan kegagalan erosi. Pada material isolasi gas kegagalan terutama disebabkan oleh mekanisme Townsend dan mekanisme streamer. Sedangkan kegagalan pada material isolasi cair disebabkan oleh adanya kavitasi, adanya butiran pada zat cair dan tercampurnya material isolasi cair. Kegagalan material isolasi cair (Oil Transformator) akan dijelaskan lebih lanjut. Mekanisme Kegagalan Isolasi cair.

Ada beberapa alasan mengapa isolasi cair digunakan, antara lain yang pertama adalah isolasi cair memiliki kerapatan 1000 kali atau lebih dibandingkan dengan isolasi gas, sehingga memiliki kekuatan dielektrik yang lebih tinggi menurut hukum Paschen. Kedua isolasi cair akan mengisi celah atau ruang yang akan diisolasi dan secara serentak melalui proses konversi menghilangkan panas yang timbul akibat rugi energi. Ketiga isolasi cair cenderung dapat memperbaiki diri sendiri (self healing) jika terjadi pelepasan muatan (discharge). Namun kekurangan utama isolasi cair adalah mudah terkontaminasi.

Beberapa macam faktor yang diperkirakan mempengaruhi kegagalan oil transformator seperti luas daerah elektroda, jarak celah (gap spacing), pendinginan, perawatan sebelum pemakaian (elektroda dan oil), pengaruh kekuatan dielektrik dari oil transformator yang diukur serta kondisi pengujian atau oil transformator itu sendiri juga mempengaruhi kekuatan dielektrik oil  transformator. 

Kegagalan isolasi (insulation breakdown, insulation failure) disebabkan karena beberapa hal antara lain isolasi tersebut sudah lama dipakai, berkurangnya kekuatan dielektrik dan karena isolasi tersebut dikenakan tegangan lebih. Pada perinsipnya tegangan pada isolator merupakan suatu tarikan atau tekanan (stress) yang harus dilawan oleh gaya dalam isolator itu sendiri agar supaya isolator tidak gagal. Dalam struktur molekul material isolasi, elektron-elektron terikat erat pada molekulnya, dan ikatan ini mengadakan perlawanan terhadap tekanan yang disebabkan oleh adanya tegangan. Bila ikatan ini putus pada suatu tempat maka sifat isolasi pada tempat itu hilang. Bila pada bahan isolasi tersebut diberikan tegangan akan terjadi perpindahan elektron-elektron dari suatu molekul ke molekul lainnya sehingga timbul arus konduksi atau arus bocor. Karakteristik isolator akan berubah bila material tersebut kemasukan suatu ketidakmurnian (impurity) seperti adanya arang atau kelembaban dalam isolasi yang dapat menurunkan tegangan gagal. 

Gradien tegangan dv/dx yang melalui sebuah isolator tidak konstan walaupun elektrodanya adalah pelat pelat sejajar, gradien tegangan paling curam terjadi dekat kepingan-kepingan. Bila dimensinya besar dibandingkan dengan jarak antara kedua pelat maka pada bagian tengah antara kedua pelat gradiennya seragam.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi mekanisme kegagalan yaitu :

  1. Partikel
    Ketidakmurnian memegang peranan penting dalam kegagalan isolasi. Partikel debu atau serat selulosa dari sekeliling dielektrik padat selalu tertinggal dalam cairan. Apabila diberikan suatu medan listrik maka partikal ini akan terpolarisasi. Jika partikel ini memiliki permitivitas e 2 yang lebih besar dari permitivitas carian e 1, suatu gaya akan terjadi pada partikel yang mengarahkannya ke daerah yang memiliki tekanan elektris maksimum diantara elektroda elektroda. Untuk partikel berbentuk bola (sphere) dengan jari jari r maka besar gaya F adalah:
    Jika partikel tersebut lembab atau basah maka gaya ini makin kuat karena permitivitas air tinggi. Partikel yang lain akan tertarik ke daerah yang bertekanan tinggi hingga partikel partikel tersebut bertautan satu dengan lainnya karena adanya medan. Hal ini menyebabkan terbentuknya jembatan hubung singkat antara elektroda. Arus yang mengalir sepanjang jembatan ini menghasilkan pemanasan lokal yang menyebabkan kegagalan. 
  2. Air
    Air yang dimaksud adalah berbeda dengan partikel yang lembab. Air sendiri akan ada dalam oil yang sedang beroperasi/dipakai. Namun demikian pada kondisi operasi normal, peralatan cenderung untuk mambatasi kelembaban hingga nilainya kurang dari 10%. Medan listrik akan menyebabkan tetesan air yang tertahan didalam oil yang memanjang searah medan dan pada medan yang kritis, tetesan itu menjadi tidak stabil. Kanal kegagalan akan menjalar dari ujung tetesan yang memanjang sehingga menghasilkan kegagalan total.
  3. Gelembung
    Pada gelembung dapat terbentuk kantung kantung gas yang terdapat dalam lubang atau retakan permukaan elektroda, yang dengan penguraian molekul molekul cairan menghasilkan gas atau dengan penguatan cairan lokal melalui emisi elektron dari ujung tajam katoda. Gaya elektrostatis sepanjang gelembung segera terbentuk dan ketika kekuatan kegagalan gas lebih rendah dari cairan, medan yang ada dalam gelembung melebihi kekuatan uap yang menghasilakn lebih banyak uap dan gelembung sehingga membentuk jembatan pada seluruh celah yang menyebabkan terjadinya pelepasan secara sempurna.

SIFAT-SIFAT LISTRIK CAIRAN ISOLASI

Sifat-sifat listrik yang menentukan unjuk kerja cairan sebagai isolasi adalah :

  • Withstand Breakdown kemampuan untuk tidak mengalami kegagalan dalam kondisi tekanan listrik (electric stress ) yang tinggi.
  • Kapasitansi Listrik per unit volume yang menentukan permitivitas relatifnya. oil petroleum merupakan subtansi nonpolar yang efektif karena meruapakan campuran cairan hidrokarbon. Oil  ini memiliki permitivitas kira-kira 2 atau 2.5 . Ketidak bergantungan permitivitas subtansi nonpolar pada frekuensi membuat bahan ini lebih banyak dipakai dibandingkan dengan bahan yang bersifat polar. Misalnya air memiliki permitivitas 78 untuk frekuensi 50 Hz, namun hanya memiliki permitivitas 5 untuk gelombang mikro.
  • Faktor daya Faktor dissipasi daya dari oil dibawah tekanan bolak balik dan tinggi akan menentukan unjuk kerjanya karena dalam kondisi berbeban terdapat sejumlah rugi rugi dielektrik. Faktor dissipasi sebagai ukuran rugi rugi daya merupakan parameter yang penting bagi kabel dan kapasitor. Oil transformator murni memiliki faktor dissipasi yang bervariasi antara 10-4 pada 20 oC dan 10-3 pada 90oC pada frekuensi 50 Hz. 
  • Resistivitas Suatu cairan dapat digolongkan sebagai isolasi cair bila resitivitasnya lebih besar dari 109 W-m. Pada sistem tegangan tinggi resistivitas yang diperlukan untuk material isolasi adalah 1016 W-m atau lebih. (W=ohm)

KEKUATAN DIELEKTRIK

Kekuatan dielektrik merupakan ukuran kemampuan suatu material untuk bisa tahan terhadap tegangan tinggi tanpa berakibat terjadinya kegagalan. Kekuatan dielektrik ini tergantung pada sifat atom dan molekul cairan itu sendiri. Namun demikan dalam prakteknya kekuatan dielektrik tergantung pada material dari elektroda, suhu, jenis tegangan yang diberikan, gas yang terdapat dalam cairan dan sebagainya yang dapat mengubah sifat molekul cairan. Dalam isolasi cairan kekuatan dielektrik setara dengan tegangan kegagalan yang terjadi. 

Dalam upaya memberikan gambaran tentang kekuatan dielektrik maka akan lebih memudahkan bila dua dielektrik seri ditinjau. Dalam hal ini medan dianggap seragam, arus bocor diabaikan dan konsentrasi fluks pada pinggiran juga diabaikan. Oleh karena perpindahan (displacement) netral sama, maka :

En1 En2 Dn1=Dn2 

e1En1=e2En2 

x1 x2 En1=(v1/x1) dan En2=(v2/x2) 

e1, e2 adalah permitivitas 

v1, v2 adalah tegangan tiap dielektrik

Jika n buah dielektrik dalam hubungan seri maka gradien atau kuat medannya pada titik x adalah:

Jika terdapat lapisan udara, oil dan padat yang tebalnya 0.5 inci dengan permitivitas masing-masing 1, 2 dan 4; tegangan V=280 kV. Berdasarkan rumus diatas gradien tegangan udara 320 volt/mil, minyak 160 volt/mil dan bahan padat 80 volt/mil. Oleh karena itu udara mulai gagal saat 54 volt/mil, oil pada saat 200 volt/mil dan bahan padat pada saat 25- - 300 volt/mil.

PENGUJIAN KUALITAS OIL TRANSFORMATOR

  1. Pengujian kekuatan elektrik oil Transformator Kekuatan listrik merupakan karakteristik penting dalam material isolasi. Jika kekuatan listrik rendah oil transformator dikatakan memiliki mutu yang jelek. Hal ini sering terjadi jika air dan pengotor ada dalam oil transformator. Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui kegagalan minyak transformator. 
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan uji kegagalan ini antara lain:
  • Jarak elektroda 2.5 mm
  • Bejana dan elektroda harus benar-benar kering dan bersih setiap sebelum pengujian, elektroda harus dicuci dengan oil transformator yang akan diuji.
  •  Oil yang akan diuji harus diambil dengan alat yang benar-benar bersih, oil pertama yang keluar dibuang supaya kran-kran menjadi bersih. Oil  lama pada waktu pertama alirannya dibuang.
  • Botol tempat oil transformator ditutup dengan lilin supaya kotoran dan uap air tidak masuk.
  1. Pengujian Viskositas Oil Transformator Viskositas oil adalah suatu hal yang sangat penting karena oil transformator yang baik akan memiliki viskositas yang rendah, sehingga dapat bersirkulasi dengan baik dan akhirnya pendinginan inti dan belitan trasformator dapat berlangsung dengan baik pula.
  2. Titik Nyala (flash point) Temperatur ini adalah temperatur campuran antara uap dari oil dan udara yang akan meledak (terbakar) bila didekati dengan bunga api kecil. Untuk mencegah kemungkinan timbulnya kebakaran dari peralatan dipilih oil dengan titik nyala yang tinggi. Titik nyala dari oil yang baru tidak boleh lebih kecil dari 135 oC, sedangkan suhu Oil bekas tidak boleh kurang dari 130 oC. Untuk mengetahui titik nyala oil transformator dapat ditentukan dengan menggunakan alat Close up tester.
  3. Pemurnian oil Transformator Oil transformator dapat terkontaminasi oleh berbagai macam pengotor seperti kelembaban, serat, resin dan sebagainya. Ketidakmurnian dapat tinggal di dalam oil karena pemurnian yang tidak sempurna. Pengotoran dapat terjadi saat pengangkutan dan penyimpanan, ketika pemakaian, dan Oil itu sendiri pun dapat membuat pengotoran pada dirinya sendiri.

BEBERAPA METODE PEMURNIAN OIL TRANSFORMATOR DIJELASKAN DALAM BAGIAN BERIKUT INI

  • Mendidihkan (boiling) Oil dipanaskan hingga titik didih air dalam alat yang disebut Boiler. Air yang ada dalam Oil akan menguap karena titik didih oil lebih tinggi dari pada titik didih air. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana namun memiliki kekurangan. Pertama hanya air yang dipindahkan dari oil, sedangkan serat, arang dan pengotor lainnya tetap tinggal. Kedua oil dapat menua dengan cepat karena suhu tinggi dan adanya udara. 
    Kekurangan yang kedua dapat diatasi dengan sebuah boiler oil hampa udara (vacum oil boiler). Alat ini dipakai dengan oil yang dipanaskan dalam bejana udara sempit (air tight vessel) dimana udara dipindahkan bersama dengan air yang menguap dari oil. Air mendidih pada suhu rendah dalam ruang hampa oleh sebab itu menguap lebih cepat ketika oil dididihkan dalam alat ini pada suhu yang relatif rendah. Alat ini tidak menghilangkan kotoran pada kendala pertama, sehingga pengotor tetap tinggal. 
  • Alat Sentrifugal (Centrifuge reclaiming) Air serat, karbon dan lumpur yang lebih berat dari oil dapat dipindahkan oil setelah mengendap. Untuk masalah ini memerlukan waktu lama, sehingga untuk mempercepatnya oil dipanaskan hingga 45 - 55 oC dan diputar dengan cepat dalam alat sentrifugal. Pengotor akan tertekan ke sisi bejana oleh gaya sentrifugal, sedangkan oil yang bersih akan tetap berada ditengah bejana. Alat ini mempunyai efesiensi yang tinggi. Alat sentrifugal hampa merupakan pengembangannya. Bagian utama dari drum adalah drum dengan sejumlah besar piring / pelat (hingga 50) yang dipasang pada poros vertikal dan berputar bersama-sama. Karena piring mempunyai spasi sepersepuluh millimeter, piring piring ini membawa oil karena gesekan dan pengotor berat ditekan keluar.
  • Penyaringan (Filtering) Dengan metode ini oil disaring melalui kertas penyaring sehingga pengotor tidak dapat melalui pori-pori penyaring yang kecil, sementara embun atau uap telah diserap oleh kertas yang mempunyai hygroscopicity yang tinggi. Jadi filter press ini sangat efesien memindahkan pengotor padat dan uap dari oil yang merupakan kelebihan dari pada alat sentrifugal. Walaupun cara ini sederhana dan lebih mudah untuk dilakukan, keluaran yang dihasilkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan alat sentrifugal yang menggunakan kapasitas motor penggerak yang sama. Filter press ini cocok digunakan untuk memisahkan oil dalam circuit breaker (CB), yang biasanya tercemari oleh partikel jelaga (arang) yang kecil dan sulit dipisahkan dengan menggunakan alat sentrifugal. 
  • Regenerasi (Regeneration) Produk-produk penuaan tidak dapat dipindahkan dari oil dengan cara sebelumnya. Penyaringan hanya baik untuk memindahkan bagian endapan yang masih tersisa dalam oil. Semua sifat sifat oil yang tercemar dapat dipindahkan dengan pemurnian menyeluruh yang khusus yang disebut regenerasi. 
    Dalam dengan menggunakan absorben untuk regenerasi minyak transformator sering dipakai di gardu induk dan pembangkit. Adsorben adalah substansi yang partikel partikelnya dapat menyerap produk produk penuaan dan kelembaban pada permukaannya. Hal yang sama dilakukan adsorben dalam ruang penyaring tabung gas yang menyerap gas beracun dan membiarkan udara bersih mengalir. Regenerasi dengan adsorben dapat dilakukan lebih menyeluruh bila oil dicampur dengan asam sulfur.

Ada dua cara merawat oil dengan adsorben yaitu :

  • Pertama, oil yang dipanasi dapat dicampur secara menyeluruh dengan adsorben yang dihancurkan dan kemudian disaring.
  • Kedua, oil yang dipanaskan dapat dilewatkan melalui lapisan tebal adsorben yang disebut perkolasi. Adsorben untuk regenerasi oil transformator terdiri dari selinder yang dilas dengan lubang pada dasarnya dimana adsorber ditempatkan dengan oil yang dipanaskan (80-100o C) hingga mengalir ke atas melalui adsorber. Ketika oil mengalir ke atas, filter tersumbat oleh partikel halus adsorber dan udara dibersihkan dari adsorber lebih cepat dan lebih menyeluruh pada awalnya. Adsorber yang digunakan untuk regenerasi minyak transformator kebanyakan yang terbuat silica gel dan alumina atau sejenis tanah liat khusus yang dikenal sebagai pemutih (bleaching earth), lempung cetakan (moulding clay).

Transformator tentunya harus diistirahatkan (deenergized) ketika Oilnya akan dimurnikan atau diregenerasi dengan salah satu metode diatas, walaupun demikian hal di atas dapat dilaksanakan dalam keadaan berbeban jika dilakukan perlakuan khusus. Pengembangan metode regenerasi oil transformator dalam kedaan berbeban adalah dengan filter pemindah pemanas (thermal siphon filter) yang dihubungkan dengan tangki oil transformator. Filter ini diisi dengan adsorben sebanyak 1 % dari berat oil transformator. Pengukuran Konduktivitas Arus Searah Oil Tansformator Konduktivitas oil (k) sangat tergantung pada kuat medan, suhu dan pengotoran. Nilai konduktivitas diakibatkan oleh pergerakan ion. Pengukuran k dapat menunjukkan tingkat kemurnian minyak transformator. Penguraian pengotor elektrolitik menghasilkan ion positif dan negatif . Untuk satu jenis ion dengan muatan q1 denmgan rapat ion n1 maka kontribusi rapat arus yang ditimbulkan pada kuat medan E yang tidak terlalu tinggi adalah :

  • S1=q1n1v1
  • S1=q1n1E

Dimana v1 dan n1 adalah kecepatan dan mobilitas ion. Mobilitas ion akan bernilai konstan hanya jika berlaku hukum Ohm. Jika terdapat kuat medan tertentu dalam medan dielektrik, maka akan berlangsung mekanisme kompensasi yang menyeimbangkan kerapatan berbagai jenis ion hingga tercapai keseimbangan antara penciptaan, rekombinasi serta kebocoran ion terhadap elektroda elektroda. Karena mobilitas ion yang berbeda, maka mekanisme juga berlaku

Dengan laju yang berbeda pula sehingga nilai k merupakan fungsi waktu. Oleh karena itu dalam mengukur nilai k dianjurkan untuk menunggu beberapa saat misalnya 1 menit hingga mekanisme transien hilang. 

Susunan elektroda yang dgunakan dalam mengukur nilai k harus dilengkapi dengan elektroda cincin pengaman untuk menghilangkan pengaruh pada bidang batas dan arus arus permukaan yang dibumikan secara langsung.

Gambar susunan elektroda untuk tegangan searah

  • Elektroda tegangan tinggi
  • Elektroda ukur
  • Elektroda cincin pengaman Medan elektrik sedapat mungkin dibuat homogen.

Disamping elektroda pelat umumnya digunakan elektroda selinder koaksial. Jika diterapkan tegangan U untuk medan homogen seluas A dan besar sel S maka nilai k dapat dihitung dari nilai arus I sebagai berikut 

k = (I.S) / U A 

Arus yang terukur umumnya berkisar beberapa kiloampere. Untuk itu dapat digunakan galvanometer kumparan putar yang peka ataupun pengukur arus dengan penguat elektronik yang jauh lebih peka. Pengukuran Faktor Dissipasi Oil Transformator.

Rugi dielektrik dari suatu isolasi dengan kapasitansi C pada frekuensi jala jala w dapat dihitung dengan menggunakan faktor disipasi sebagai berikut:

Pdiel = U2w C tan d Besar rugi dielektrik dapat diukur dengan jembatan Schering Gambar Jembatan Schering Rangkaian untuk mengukur Kapasitansi dan faktor dissipasi dengan jembatan Schering Kapasitansi Cx dan faktor dissipasi tan d harus diukur sebagai fungsi tegangan uji U dengan menggunakan rangkaian di atas. Tegangan yang dibangkitkan oleh transformator tegangan tinggi T diukur dengan kapasitor CM dan alat ukur tegangan puncak SM. Tabung uji diparalelkan dengan kapasitor standar dengan nilai kapasitansi C2 =28 pF. Tembus jembatan serat dalam oil Isolasi Setiap bahan igolasi cair mengandung pengotor makroskopik berupa partikel partikel serta selulosa, kapas dan lain sebagainya. Jika partikel itu menyerap embun maka akan bekerja gaya yang bergerak menuju daerah dengan kuat medan yang lebih tinggi dan mengarahkannya sesuai dengan arah medan E. Muatan dengan polaritas yang berlawanan akan diinduksikan pada ujung ujungnya sehingga mengarah mengikuti arah medan. Kedaaan ini menciptakan saluran konduktif yang menjadi panas akibat rugi rugi resistif sehingga menguapkan embun yang terkandung dalam partikel. Tembus kemudian terjadi pada tegangan yang relatif rendah yang digambarkan sebagai tembus termal lokal pada bagian yang cacat.

GAMBAR JEMBATAN SCHERING PROSEDUR PENGUJIAN TEGANGAN GAGAL OIL TRANSFORMATOR DENGAN BERBAGAI MACAM ELEKTRODA.

Berbagai macam elektroda yang digunakan untuk pengetesan ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pengujian kegagalan oil transformator dalam keadan volume oil tertekan, medan seragam dan tak seragam. 

  • Pemrosesan Oil Transformator (Oil processing) Kekuatan dielektrik dari oil transformator sangat dipengaruhi oleh pemrosesan dan kondisi pengujian, karean menentukan kualitas dari oil transformator selama pengujian. Sifat oil akan hilang melalui uap lembab, gas, ketidakmurnian, dan pengisian kedalam tangki pengujian.
    Kualitas oil harus dicek secara periodik dengan oil cup tester, sehingga dapat diperoleh informasi bahwa pengurangan kekuatan elektrik dari oil transformator diabaikan jika tangki ditutup 4 hari. Jika kekuatan dielektrik oil menurun dari nilai awal 65 kV/25 mm sampai 55 kV/2.5 mm, atau jika lebih dari 4 hari setelah diisi oil, maka oil harus diganti. 
  • Penerapan Tegangan Tegangan AC dan tegangan impuls biasanya digunakan dalam pengujian. Pengujian dengan tegangan AC dapat diperoleh dengan Steady voltage raising method dan Withstand voltage method, dengan kenaikan dari 5 sampai 10 % step, mulai 60 % dari ekspektasi breakdown voltage. Impuls voltage dibuat dengan up and down method dari 5 sampai 10 % step dari ekspektasi breakdown voltage.

Probablitas pengujian kegagalan dapat diperoleh dalam 2 cara yaitu : 

  • Tegangan AC naik pada kegagalan dengan kecepatan konstan 3 kV/sec. Prosedur ini diulang sampai 500 kali dalam interval 1 menit.
  • Voltage band antara 0 sampai 100 % breakdown voltage, yang dibagai dalam beberapa level.Tegangan Ac telah diaplikasi selama 1 menit 20 kali tiap level tegangan, sedangkan tegangan impuls telah diaplikasi 20 kali tiap level tegangan. 

Analisis Kegagalan oil Transformator Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan dielektrik oil transformator antara lain fenomena stabilisasi, perawatan sebelum penggunaan oil dan elektroda ,pengaruh kecepatan oil, pengaruh kapasitansi paralel terhadap sel pengujian, dan pengaruh daerah elektroda dan jarak celah.

  1. Peralatan Percobaan Untuk memahami analisis yang dilakukan terlebih dahulu meninjau sekilas tentang prosedur dan alat percobaan yang dipakai dalam kegagalan oil transformator. 
    Ada 3 jenis elektroda yang sering digunakan dalam percobaan yaitu Elektroda baja yang ringan dan kecil (berdiameter 10 mm), Elektroda kuningan-Bruce profil dengan luas daerah yang datar dan Elektroda baja selinderis koaksial dengan jarak celah dalam rentang yang lebar.
  2. Prosedur pembersihan Persiapan elekroda pertama tama adalah pencucian dengan trichloroethylene, penggosokan permukaan secara standar dengan 1000 grade kertas silikon karbid, kemudian dicuci dalam campuran air panas dan larutan sabun, pengeringan dan pemindahan debu dengan karet busa sintetis, pembilasan dengan air panas dan air suling. Elektroda dikeringkan dalam kabinet berlainan udara yang bersekat-sekat dan akhirnya digosok dengan tissue kain tiras lensa dengan memakai acetone setelah itu memakai trichloroethylene. Sisa sambungan elektroda dicuci dengan air panas dan larutan sabun dan dibilas sesuai dengan prosedur diatas tiap kali setalah pengujian.
  3. Pengujian Elektrik Semua pengujian dilakukan dengan gelombvang sinus tegangan Ac dengan frekuensi 50 Hz.Tegangan yang diberian dinaikkan secara seragam dalam semua pengujian dengan hargarata rata 2 kV/detik. Sebuag CB dihubungkan ke sisi primer transformator dengan tujuan untuk memutus arus gangguan, yang jika arus gangguan dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan karbonisasi dan akan melubangi elektroda.
  4. Hasil Percobaan * Stabilisasi. Setelah pengujian berturut turut, kekuatan dielektrik rata rata oil mencapai tingkat yang stabil. Stabiliasi ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti daerah elektroda, jarak celah, kualitas oil nya, energi yang dilepas dalam celah, elektroda pre treatment dan waktu antara kegagalan. Stabilisasi dipengaruhi oleh daerah elektroda. Untuk jenis elektroda baja selinderis yang besar, nilai stabil setelah kira kira 20 kegagalan, sedang untuk elektroda kuningan dan elektroda baja kecil, nilai menjadi stabil setelah kira kira 10 atau 5 kali kegagalan. Kualitas oil dalam celah dapat berubah oleh sirkulasi yang kontiyu atau oleh perubahan porositas filter. Dalam banyak hal sirkulasi kontinyu oil dalam celah selama pengujian dengan kecepatan 3 cm/detik meningkatkan persentase perbedaan antara kegagalan pertama dan tingkat stabil, tanpa merubah jumlah breakdown sebelum mencapai tingkat stabil. Stabilisasi juga dapat dikaitkan dengan pemindahan ketidak teraturan permukaan. Suatu perubahan pada porositas penyaring oil (dari 6 m m ke 15 m m) hanya merubah persentase perbedaan antara nilai pertama dan nilai stabil (Plateu). Makin kasar permukaan elektroda maka makin lama periode stabilisasi. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa elektroda yang mendapat perlakuan gosokan kertas ampelas kualitas 320 mencapai nilai stabil setelah 15 atau 20 kali kegagalan, dan yang digosok dengan kertas ampelas kualitas terbaik praktis menunjukkan tiadanya stabilisasi. Beberapa stabilisasi dikarenakan terutama oleh pemindahan secara kasar gas yang diserap oleh permukaan elektroda selama perlakuan awal (pretreatment). * Kualitas Oil.

Ketidak murnian oil dapat diklasifikasikan kedalam empat (4) kelompok yaitu:

  • Partikel debu atau fiber terlah ada dalam cairan. Partikel ini menurunkan kekuatan dielektrik oil dan partikel partikel ini dapat meloloskan diri dari proses filterasi jika ukurannya sangat kecil
  • Partikel yang dihasilkan oleh discharge terdahulu yang biasanya berupa partikel karbon yang dihasilkan dari penguraian oil atau partikel metalik yang dipindahkan dari permukaan elektroda oleh discharge.
  • Air
  • Bahan tambahan (additive) yang sengaja diberikan kedalam oil untuk merubah sifat elektrisnya.

Perilaku ketidak murnian dan atau ketidakmurnian dengan konstanta dielektrik yang lebih tinggi daripada cairan tertarik ke dalam daerah tekanan elektrik tinggi dan bahkan membentuk suatu partikel jembatan yang memungkinkan mengarah ke breakdown. Perubahan porositas filter oil (dari 6 m m menjadi 15m m) menandai adanya pengurangan kekuatan dielektrik rata rata sekitar 12 % dengan pengujian menggunakan elektroda Bruce dengan jarak celah 1.2 mm dan 4mm.

* Pengaruh Kapasitansi Eksternal. Sumber impedansi yang terlihat pada pengujian lebar celah mencakup kapasitansi sumber tegangan dan kapasitansi dari dari sel pengujian. Kedua komponen ini mempengaruhi bentuk gelombang arus discharge pada saat breakdown. Komponen kedua dapa t dimodifikasi karena sel pengujian tergantung pada daerah elektroda dan lebar celah. Modifikasi dapat dilakukan dengan menambah secara paralel dengan sel pengujian berbagai macam nilai kapasitor.

* Pengaruh Lebar Celah dan Daerah Elektroda Hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa pengaruh celah mendekati 80 kV/cm/dekade perubahan. Variasi rata rata tegangan breakdown dengan logaritma lebar celah dapat dinyatakan dengan hubungan persamaan V = K d n, dimana K adalah konstanta, d adalah lebar celah dan n adalah faktor eksponensial yang bernilai antara 0 dan 1.

Kekuatan dielektrik turun dengan naiknya luasan daerah elektroda, namun pengurangan perdekade tidak akan bernilai yang sama untuk seluruh range daerah elektroda yang diuji. Hubungan yang tidak linier ini terjadi antara kekuatan dilektrik dan logaritma luasan elektroda yang diamati. Kesimpulan Dari hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Hasil pengujian kualitas oil transformator tidak lepas dari sifat sifat listrik yang dimilikinya yaitu : permitivitas, resistivitas, faktor dissipasi daya dan kekuatan dielektrik.
  2. Pengujian oil k transformator dilakukan dengan menggunakan berbagai macam elektroda untuk mengetahui lebih rinci tentang kegagalan minyak transformator dalam kondisi tertekan, medan seragam maupun tak seragam.
  3. Aliran oil terlihat penting dan mempengaruhi kegagalan oil transformator walaupun dalam kecepatan yang hanya beberapa cm/detik.
  4. Membesarnya pengaruh lebar celah terhadap kekuatan dielektrik dikarenakan semakin cepatnya akumulasi partikel besar dalam celah yang memasuki volume tertekan melalui daerah medan seragam dan tak seragam pada pangkal elektroda.
  5. dengan elektroda kuningan dan baja ringan menunjukkan bahwa kekuatan dielektrik tergantung pada beberapa macam faktor seperti stabilisasi, luasan elektroda, lebar celah, kecepatan pengaliran oil dan kapasitani dari sel uji.

MAINTENANCE DAN MONITORING TRAFO

Dengan melakukan perawatan secara berkala dan pemantauan kondisi transformator pada saat beroperasi akan banyak keuntungan yang didapat, antara lain:

  • Meningkatkan keandalan dari transformator tersebut.
  • Memperpanjang masa pakai.
  • Jika masa pakai lebih panjang, maka secara otomatis akan dapat menghemat biaya penggantian unit transformator.

ADAPUN LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN DARI TRANSFORMATOR, ANTARA LAIN ADALAH:

  • Pemeriksaan berkala kualitas oil isolasi.
  • Pemeriksaan/pengamatan berkala secara langsung (Visual Inspection)
  • Pemeriksaan-pemeriksaan secara teliti (overhauls) yang terjadwal.

Komponen-Komponen Utama Transformator untuk lebih jelasnya anda dapat membaca artikel sebelumnya, “Komponen-Komponen Transformator”, tapi saya tampilkan sedikit mengenai komponen utamanya saja, yaitu:

  • On-load tap changer (OLTC)
  • Bushing
  • Insulator / penyekat
  • Gasket
  • Sistem saringan / filter oil isolasi
  • Peralatan proteksi; – Valves atau katup-katup – relay – Alat-alat ukur dan indikator-indikator

PETA POTENSI TERJADINYA GANGGUAN DIDALAM TRANSFORMATOR

Pemeriksaan Kondisi Transformator Saat Beroperasi Pada saat transformator beroperasi ada beberapa pemeriksaan dan analisa yang harus dilakukan, antara lain:

  1. Pemeriksaan dan analisa oil isolasi transformator, meliputi:
  • Tegangan tembus (breakdown voltage)
  • Analisa gas terlarut (dissolved gas analysis, DGA)
  • Analisa oil isolasi secara menyeluruh (sekali setiap 10 tahun)

    Pemeriksaan dan analisa kandungan gas terlarut (Dissolved gas analysis, DGA), untuk mencegah terjadinya:(partial) discharges, Kegagalan thermal (thermal faults), Deteriorasi / pemburukan kertas isolasi/laminasi. Pemeriksaan dan analisa oil isolasi secara menyeluruh, meliputi: power factor (cf. Tan δ), kandungan air (water content), neutralisation number, interfacial tension, furfural analysis dan kandungan katalisator negatif (inhibitor content)
  1. Pengamatan dan Pemeriksaan Langsung (Visual inspections)
  • Kondisi fisik transformator secara menyeluruh.
  • Alat-alat ukur, relay, saringan/filter dll.

Pemeriksaan dengan menggunakan sinar infra-merah (infrared monitoring), setiap 2 tahun

TINDAKAN YANG BIASA DILAKUKAN PADA SAAT PEMERIKSAAN TELITI (OVERHAUL)

  1.  Perawatan dan pemeriksaan ringan (Minor overhaul), setiap 3 atau 6 tahun.
  • on-load tap changers
  • oil filtering dan vacuum treatment
  • relays dan auxiliary devices. 
  1. Perawatan dan pemeriksaan teliti (Major overhaul)
  • Secara teknis setidaknya 1 kali selama masa pakai.
  • pembersihan, pengencangan kembali dan pengeringan. 
  1. Analisa kimia
  • analisa kertas penyekat/laminasi (sekali setiap 10 tahun) 
  1. Pengujian listrik (Electrical Test) untuk peralatan;
  • power transformer
  • bushings
  • Transformator ukur (measurement transformator)
  • breaker capacitors Pengujian listrik (electrical test) dilakukan setidaknya setiap 6 – 9 tahun. Pengujian yang dilakukan meliputi: Doble measurements, PD-measurement, Frequency Responce Analysis, FRA, voltage tests

Penyebab Hubung Singkat didalam Transformator, antara lain:

  • Gangguan hubung singkat antar lilitan karena rusaknya laminasi.
  • Perubahan kandungan gas H2, CH4, CO, C2H4 dan C2H2 

**)Kegagalan pada lilitan dapat diperbaiki dengan penggulungan ulang atau rewinding

PENGALAMAN KERJA / CLIENT REFERENSCE

Open Here

GAMBAR PURIFIER

Open Here

EQUIPMENT LIST

Open Here

MINYAK ISOLASI

Bagian 1:

Pedoman penerapan spesifikasi dan pemeliharaan minyak isolasi

Ruang Lingkup dan Tujuan

Pedoman ini dimaksudkan untuk menegaskan dan menjelasakan :

  1. Pengangkatan seutuhnyastandar-standar IEC, yaitu :
  • IEC Publication 296 (1969), Specitication For New Insulating Oils For Transformers and Switchgear, berikut Amandemen no. 1 (1972), dan
  • IEC Publication 422(1973), Maintenance and Supervision Guide For Insulation Oils in Service.
    Sebagai standar yang berlaku di Lingkungan PLN.
    Oleh karena itu pedoman ini disusun berdasarkan dan merupakan kesatuan dengan kedua Publikasi IEC tersebut. Untuk pemeliharaan dan pengawasan minyak isolasi yang dipakai untuk transformator, hanya berlaku bagi transformator yang berkapasitas ≥ 1 MVA atau bertegangan ≥ 36 kV.
  1. Arti masing-masing kriteria minyak isolasi dalam hubungannya dengan penggunaannya sebagi minyak isolasi.
  2. Pedoman ini hanya berlaku untuk minyak isolasi yang berasal dari minyak Bumi.

Tujuannya ialah untuk memberikan pegangan yang lebih terarah baik dalam menentukan spesifikasi minyak isolasi yang baru maupyn dalam memelihara dan mengawasi minyak isolasi yang sedang dipakai.

Catatan :  Minyak isolasi yang baru atau minyak baru ( new oil ) ialah minyak isolasi baru yang  diterima dari pembelian.

Minyak isolasi yang sedang dipakai atau minyak pakai ialah minyak isolasi dalam peralatan  yang sedang bekerja ( in service )

UMUM

Minyak isolasi yang mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagi media isolasi dan media pendingin memerlukan syarat-syarat tertentu sbb :

  1. Kejernihan ( Appearance )
    Minyak isolasi tidak boleh mengandung suspensi atau endapan ( sediment ).
  2. Massa Jenis ( Density )
    Massa jenis dibatsi agar air dapat terpisah dari minyak isolasi dan tidak melayang.
  3. Viskositas Kinematik ( Kinematic Viscosity )
    Viskositas memegang peranan dalam pendingin, dipergunakan untuk menentukan klas minyak dan kurang dipengaruhi oleh oleh kontaminasi atau kerusakan minyak.
  4. Titik Nyala ( Flash Point )
    Titik Nyala yang rendah menunjukkan adanya kontaminasi zat gabar yang mudah terbakar.
  5. Titik Tuang ( Pour Point )
    Titik Tuang dipakai untuk meng-indentifikasi dan menentukan jenis peralatan yang akan menggunakan minyak isolasi.
  6. Angka Ke-Netralan ( Neutralization Number )
    Angka Kenetralan merupakan angka yang menunjukan penyusunan asam minyak isolasi dan dapat mendeteksi kontaminasi minyak, menunjukan kecendrungan perubahan kimia atau cacat atauindikasi perubahan kimia dalam bahan tambahan ( additive ). Angka kenetralan dapat dipakai sebagai petunjuk umum untuk menentukan apakah minyak sudah harus diganti atau diolah.
  7. Korosi Belerang ( Corrosive Sulphur )
    Pengujian ini menunjukkan kemungkinan korosi yang dihasilkan dari adanya belerang bebas atau senyawa belerang yang tidak stabil dalam minyak isolasi.
  8. Tegangan Tembus ( Breakdown Voltage )
    Tegangan Tembus yang terlalu rendah menunjukkan adannya kontaminasi seperti air, kotoran atau partikel konduktif dalam minyak.
  9. Faktor Kebocoran Dielektrik ( Dielectric Dissipation Factor )
    Harga yang tinggi dari factor ini menunjukkan adannya kontaminasi atau hasil kerusakan (deterioration product) missal air, hasil oksidasi, logam alkali, koloid bermuatan dan sebaginya.
  10. Stabilitas / Kemantapan Oksidasi ( Oxidation Stability )
    Pengujian ini berguna untuk melihat apakah minyak tahan terhadap oksidasi.
  11. Kandungan Air ( Water Content )
    Adannya air dalam isolasi akan menurunkan tegangan tembus dan tahanan jenis minyak isolasi dan juga adannya air akan mempercepat kerusakan kertas pengisolasi ( Insulating paper ).
  12. Tahanan Jenis ( Resistivity )
    Tahanan Jenis yang rendah menunjukkan terjadinya kontaminasi yang bersifat konduktif ( Conductive Contaminants ).
  13. Tegangan Permukan ( Interfacial Tension )
    Adanya  kontaminasi dengan zat yang terlarut (Soluble Contaminasion) atau hasil-hasil kerusakan minyak, umumnya menurunkan nilai tegangan permukaan. Penurunan tegangan minyak permukaan juga menurunkan indicator yang peka bagi awal kerusakan minyak.
  14. Kandungan Gas ( Gas Content )
    Adanya gas terlarut dan gas bebas dalam minyak isolasi dapat digunakan untuk mengetahui kondisi transformator dalm operasi. Adanya gas seperti Hydrogen ( H­2 ), Metana ( CH­­4 ), Etana ( C2­H6 ), Etelin(C2H4), dan operasi, sedangkan adanya karbondioksida ( CO2 ) dan Karbon monoksida (CO) menunjukkan kerusakan pada bahan isolasi.

SPESIFIKASI MINYAK ISOLASI MINYAK ISOLASI BARU

Open Here

MINYAK ISOLASI PAKAI

Rekomendasi ini berlaku untuk transformator berkapasitas ≥ 1 MVA atau bertegangan ≥ 36 Kv.

Open Here

*) Menunjuk Publikasi IEC 599 ( 1978 ) : “ Interpretation of the analysis of gases in transformers and other oil-filled electrical equipment in service”, yang baru terbit. Dalam publikasi IEC ini disebutkan bahwa metode uji dilaksanakan dengan alat kromatograf gas, tetapi tidak diuraikan metodenya.

Pengambilan contoh dan Meytode Analisa

Metode pengambilan contoh dan analisa tercantum pada SPLN 49 – 2: 1982.

OODS Group